Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Kemendagri Dorong Optimalisasi “Kampung Keluarga Berkualitas”

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dorong optimalilasi program “Kampung Keluarga Berkualitas” di daerah.

Hal ini dipaparkan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Dr. Ir. Zanariah, M.Si dalam acara “Dialog Kebijakan Nasional Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Guna Percepatan Penurunan Stunting” pada Kamis, (31/08/23) di Jakarta.

“Dalam Kampung Keluarga Berkualitas terdapat program yang mampu mendukung percepatan penurunan stunting yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT),” ucap Dr. Zanariah.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Dr. Ir. Zanariah, M.Si (Foto Istimewa)

Menurut Dr. Zanariah, DASHAT merupakan salah satu refleksi dari intervensi sensitif dalam percepatan penurunan stunting dan merupakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu, melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pendekatan konvergensi di tingkat desa/kelurahan.

“Melalui program DASHAT ini diharapkan mampu mendukung tercapainya target stunting 14% di tahun 2024 nanti sesuai dengan target yang ada dalam RPJMN tahun 2020-2024,” harapnya.

Oleh karena itu, sesuai intrksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 Dr. Zanariah, M.Si menginstruksikan kepada para Menteri, Kepala BKKBN, para gubernur dan para bupati/wali kota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk meningkatkan kualitas keluarga dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

“Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 telah menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan,” terangnya.

Baca Juga  Sukseskan Kampanye Pemilu 2024, KPU Jatim Menekankan Sistem 6T

Menurut Dr. Zanariah, hal tersebut sejalan dengan konsep penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, khususnya pada program DASHAT. Maka Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas perlu untuk terus didorong dan dioptimalkan diseluruh desa/kelurahan di Indonesia sehingga diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

Selain daripada itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV juga menyampaikan untuk mendorong penguatan peran pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 843.4/2879/SJ tanggal 15 April 2020 tentang Intensifikasi Kampung Keluarga Berkualitas, yang mengarahkan pada intensifikasi dan ekstenfikasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Melalui Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat berkontribusi dalam penanggulangan stunting, penurunan angka kematian ibu hamil/melahirkan dan kematian bayi (AKI/AKB), menurunkan unmet-need, kesertaan Keluarga Berencana, serta menurunkan angka kemiskinan; dan juga Surat Nomor 400.9.6/345/Bangda tanggal 13 Januari 2023 tentang Optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas untuk penguatan komitmen dan pengoordinasian langkah tindak lanjut yang terintegrasi dan konvergen terhadap agenda Pemerintah dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan pranata keluarga.

Kemendagri berharap pemerintah daerah dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan program/kegiatan serta anggaran yang mendukung optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di daerah, yang tentu dapat dilakukan melalui integrasi program/kegiatan kampung keluarga berkualitas kedalam dokumen perencanaan daerah, peningkatan alokasi APBD dan peningkatan koordinasi lintas sektor untuk pelaksanaan kampung keluarga berkualitas yang mendukung percepatan penurunan stunting. (*)

  • Pewarta : Angga/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...