Kepemimpinan Narendra Modi Siap Perkuat Hubungan India Indonesia

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia dalam rangka memperkuat hubungan bilateral Indonesia–India, rekam jejak kepemimpinannya kembali menjadi sorotan.

Modi tercatat sebagai salah satu kepala pemerintahan dengan masa jabatan terlama di era modern sekaligus pemimpin India yang berhasil mengantarkan negaranya melalui berbagai transformasi ekonomi, sosial, dan pembangunan selama lebih dari satu dekade.

Hal ini disampaikan secara resmi oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty saat mengadakan Conference Pers dengan Media Jawa Timur dan Jawa Tengah via online pada Jumat, (03/07/26).

Shri Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa, Modi kembali dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada 9 Juni 2024. Kepercayaan politik yang kembali diberikan rakyat India tersebut dinilai mencerminkan tingginya dukungan publik terhadap arah pembangunan yang dijalankan pemerintahannya sejak pertama kali memenangkan pemilihan umum pada 2014.

“Kunjungan resmi PM Narendra Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India,” ucap Shri Sandeep.

Menurut Shri Sandeep, selama ini Indonesia – India telah menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor. Mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Di bawah kepemimpinannya, India memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sektor industri, serta reformasi ekonomi yang mendorong pertumbuhan nasional.

Sejak menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2014, Modi mengusung filosofi pembangunan “Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas” atau “Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua”.

“Filosofi tersebut menjadi landasan berbagai kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembangunan infrastruktur, keamanan nasional, serta perluasan program kesejahteraan sosial,” terangnya.

Baca Juga  Meskipun Dikecam, Pameran WTA 2025 Tetap Berlangsung, Ini Respon Organisasi KOMPAK

Dalam bidang pengentasan kemiskinan, berbagai lembaga nasional maupun internasional mencatat adanya penurunan signifikan angka kemiskinan multidimensi di India. Berdasarkan laporan NITI Aayog, hampir 250 juta warga India berhasil keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005 hingga 2026.

Sementara di bidang perumahan, pemerintah India menjadikan penyediaan hunian layak sebagai salah satu prioritas nasional. Melalui program PM Awas Yojana, lebih dari 42 juta rumah telah disetujui pembangunannya sepanjang periode 2014–2024. Setelah kembali dilantik pada Juni 2024, kabinet Modi juga menyetujui pembangunan tambahan 30 juta rumah bagi masyarakat di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Modi. Pemerintah India terus memperluas jaringan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital, hingga transportasi air sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur generasi baru.

“PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan,” ungkap Shri Sandeep.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah skema UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) yang memperluas akses penerbangan domestik sehingga meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Di luar berbagai kebijakan pembangunan, Modi dikenal sebagai pemimpin yang aktif membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Kehadirannya di berbagai daerah serta aktivitasnya di berbagai platform digital menjadikannya salah satu pemimpin dunia yang memanfaatkan teknologi secara intensif untuk menjangkau publik.

“Pertemuan kedua negara juga diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan,” harapnya. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...